Ifthar Jama’i MTsN 2 Kota Pekanbaru

Mengakhiri Kegiatan Belajar Mengajar di penghujung Tahun Pelajaran2018/2019 bersamaan dengan 19 Ramadhan tahun 1440 H , keluargabesar Civitas Akademika MTsN 2 Kota Pekanbaru mengadakan kegiatan  Ifthor Jama’i atau buka puasa bersama di Mushalla Al-Mukhlishin kampus MTsN 2 Kota Pekanbaru. Di bulan Ramadhan ini seluruh guru telah mengumpulkan infaq dan memberikannya kepada anak yatim di lingkungan Madrasah. Dan pemberian sembako kepada siswa yang tidak mampu. Acara di gelar hari Jum’at 24 Mei 2019 mulai pukul 17.00 diawali dengan pembacaaan Kalam Ilahi oleh Suryani, sepatah kata dari Kepala madrasah, Ghafardi dan Tausiyah menjelang berbuka oleh ustadz Abdul Qodir (MDI Wilayah Rumbai).

Pembacaan Kalam Ilahi oleh bu suryani, S.Pd.I

Kata sambutan dari Kepala Madrsah, Ghafardi, S.Ag, M.PdI

Tausiyah Ramadhan oleh ustadz Abdul Qadir, S.PdI

Acara tersebut dihadiri oleh ketua komite dan beberapa tokoh masyarakat Kelurahan Muara Fajar, Seluruh guru dan karyawan TU MTsN 2 Kota Pekanbaru beserta anggota keluarga. Dalam kata sambutannya Ghafardi menyatakan bahwa dengan diadakannya Ifthar jamai ini diharapkan semakin terjalin eratnya tali silaturrahmi sesama keluarga besar MTsN 2, saling kenal mengenal antara sesama isteri pegawai, suami dan anak-anak . Sehingga semakin eratnya rasa kekeluargaan serta rasa kebersamaan dalam lingkungan madrasah.
Sedangkan tausiyah yang disampaikan ustadz Abdul Qadir adalah tentang empat golongan manusia yang dirindukan surga, menukil dari Hadits nabi Muhammad SAW ustadz Qadir menyimpulkan bahwa golongan yang dirindukan surga itu pertama adalah orang yang rajin membaca Al-Qur’an, Kedua orang yang menjaga lisannya. Karena lisan adalah salah satu panca indra yang sangat rawan yang dapat menuntun manusia kepuncak kemuliaan dan menjerumuskan manusia kejurang kehancuran. Ketiga adalah orang yang memberi makan kepada mereka yang kelaparan, “karna inilah sebenarnya salah satu tujuan orang berpuasa, yakni peka terhadap penderitaan sesama,” Urainya.
Dan keempat adalah orang yang berpuasa dibulan Ramadhan. Orang jenis ini kata ustadz Abdul Qadir yang dirindukan surga tentu bukan sekedar berpuasa tanpa makan dan minum, tapi benar-0benar dapat menahan dan mengendalikan hawa nafsunya.
“Mari kita jadikan bulan mulia , bulan Ramadhan ini agar bagaimana surga bisa merindukan kita”, pungkasnya dihadapan jamaah ifthar jama’i.

Berikutnya acara dilanjutkan dengan berbuka bersama, Shalat Maghrib berjama’ah dan diakhiri dengan makan malam bersama, bermaf-maafan dan foto bersama.

(Eshaye)