Category Archives: Berita

Ikut POPDA 2016, Rekor Sendiri Pecah

IMG_20160423_073908_HDR

Tim Atletik MTsN Muara Fajar dan Guru Pembimbing Ibu Ranti Febriani, S.Pd

Dengan total 4 perak dan 4 perunggu, MTsN Muara Fajar Pekanbaru lampaui prestasi sebelumnya pada POPDA2016 tingkat kota.   Ajang 2 tahunan yang digelar 3 hari berturut-turut mulai tanggal 23-24 april 2016 lalu di Sport Centre Athletic Rumbai, membuktikan bahwa MTsN Muara Fajar Pekanbaru tidak bisa dianggap sebelah mata dibidang atletik.

Adapun prestasi yang diraih Tim Atletik MTsN Muara Fajar bimbingan Ibu Ranti Febriani, S.Pd pada gelaran POPDA2016 tingkat kota, yakni 4 medali perak (1 cabang lari 5000 M putra, 1 cabang tolak peluru putri, 2 cabang lompat tinggi putra & putri). Kemudian 4 medali perunggu (lari 5000 M putra, lari 1500 M putra, lempar cakram putra dan lompat jauh putri), lebih banyak dibanding perhelatan 2 tahun lalu.

Pada hari pertama, Sabtu 23 April 2016, untuk sesi pagi, MTsN Muara Fajar memperoleh 1 perak dan 2 perunggu dinomor Lari 5000 meter atas nama Anang Makruf dengan catatan waktu 22.50.96 dan diikuti oleh juniornya Saiful Huda  di nomor 5000 meter putra memperoleh medali perunggu. Di nomor lompat jauh putri MTsN Muara Fajar memperoleh medali pe- runggu. Dinomor tolak peluru putra MTsN Muara Fajar berhasil mendapat peringkat 6 oleh Rivaldo Mahmud. Sedangkan untuk nomor Tolak Peluru putri diraih oleh Devta Zalmaya untuk medali perak.

Untuk hari berikutnya, Minggu 24 April 2016, MTsN Muara Fajar meraih medali perak  melalui nomor Lompat Tinggi Putra yang diraih oleh Aldi Rohadi. Kemudian pundi pundi medali MTsN Muara Fajar kembali bertambah dengan diraihnya medali perunggu oleh Prasetyo dalam nomor Lempar Cakram Putra, medali perak oleh Ningsih Nismiadi lewat nomor Lompat Tinggi Putri dan medali perunggu oleh M. Affan lewat nomor Lari 1500 meter putra. Jadi total perolehan medali MTsN Muara Fajar berjumlah 4 perak dan 4 perunggu dari 10/16 nomor perlombaan yang diikuti.

Maju terus Tim Atletik MTsN Muara Fajar, pantang menyerah, lampaui batas dan raih asa!.

 

MTsN Muara Fajar Taja Workshop Implementasi K-13

DSC01780

Pembukaan Workshop oleh Kepala Madrasah

Muara Fajar – Sabtu, 23 januari 2016, MTsN Muara Fajar taja workshop kurikulum dengan tema “Meningkatkan profesionalisme guru sebagai wujud revolusi mental” diikuti oleh seluruh jajaran guru MTsN Muara fajar dan beberapa perwakilan guru MTsN se-Rumbai.

Bertempat diruang serba guna MTsN Muara Fajar, workshop yang diadakan sehari penuh itu mendatangkan Bapak Drs. H. Edwar Saidina Umar, M.Ag, Bapak Drs. H. Rialis Kamsa, M.Ag dan Ibu Merry Novikawati, M.Pd.

DSC01794

Sambutan Ka. Kankemenag Pekanbaru

Acara dimulai pukul 08.00 WIB, workshop yang dihadiri oleh sekitar 50an orang itu dibuka dengan suasana yang hangat oleh panitia. tanpa membuang-buang waktu acara diawali dengan sambutan kepala MTsn Muara Fajar Bapak Darusman, S.Pd dilanjutkan dengan kata sambutan Ka. Kankemenag Bapak Drs. H. Edwar Saidina Umar, M.Ag dan pemberian materi menganai pengenalan Kurikulum 2013 yang sampaikan oleh Bapak Drs. Rialis Kamsa, M.Ag selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru dan Pengawas madya Ibu Merry Novikawati, M.Pd.

Dalam kata sambutannya sekaligus tanda dibukanya workshop KKM, Ka. Kankemenag menyampaikan kekhawatirannya mengenai rusaknya mental siswa dewasa ini, dibuktikan dengan adanya survei yang menyatakan 70% dari seluruh siswa di Indonesia menunjukkan prilaku yang buruk dan menyimpang.

Hal ini tidak terlepas dengan buruknya kompetensi tenaga pendidik di Indonesia. Untuk itu, diperlukan sebuah trobosan baru untuk merubahnya, dimulai dari meningkatkan keprofesionalitasan tenaga pengajar terlebih dahulu. langkah pertama yaitu memperbaiki etika guru dengan cara memberi contoh yang baik kepada anak didik, menghargai potensi anak didik, memperhatikan serta sensitif terhadap potensi anak didik.

Dihadapan seluruh peserta workshop, Ka. Kankemenag juga memaparkan dengan singkat mengenai Kurikulum berkarakter yakni Kurikulum 2013 atau yang lebih dikenal dengan K-13, dimana sebagai sekolah yang berlatar belakangkan Islam, dalam penerapan K-13 di MTs-MTs harus lebih menekankan karakter spiritual, tidak hanya pintar dalam bidang akademik, peserta didik juga harus berakhlak mulia.

Diakhir sambutannya, Pak Edwar menghimbau kepada seluruh guru agar menganggap anak didik sebagai anak sendiri agar tumbuh rasa cinta yang tulus dalam penyampaian segala materi belajar.

Setelah Coffe break, acara diambil alih oleh Bapak Rialis, menurutnya implementasi K-13 adalah bagaimana cara kita mencapai arah yang lebih baik, dalam proses belajar mengajar seorang pendidik hendaklah fleksible dalam memberikan materi pembelajaran agar tidak monoton dan membuat anak cendrung bosan didalam ruangan kelas.

Beliau juga mencontohkan kunci mengajar yang aktif, kreatif, inovatif, efektif dan menyenangkan dengan pendekatan ilmiah (scientific approach) yakni dengan 5M, Mengamati, Menanya, Mengumpulkan data, mengasosiasikan dan Mengkomunikasikan. Setelah mengupas tuntas implementasi K-13, tibalah giliran Ibu Merry Novikawati, M.Pd memberikan materi cara membuat RPP dan penilaian yang baik sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dengan penerapan Kurikulum 2013.(smr)

Mahasiswa Fak. Kehutanan Kunjungi MTsN MuFa

12510442_581318388686955_1410271679351999882_n

Mahasiswa UNILAK berikan arahan pada siswa/i

Muara Fajar – Jumat, 22 januari 2016, demi menumbuhkan rasa cinta dan peduli akan lingkungan dikalangan pelajar, beberapa Mahasiswa Fakultas Kehutanan UNILAK menyambangi MTsN Muara Fajar.

12510301_581317415353719_7449061177162978664_n

Tidak hanya dengan tangan kosong, para mahasiswa kali ini membawa sejumlah instrumen mata kuliah penyuluhan kehutanan. Dengan memasuki ruang belajar satu per-satu para Mahasiswa antusias mengajarkan cara membuat biopori sederhana, membuat hidroponik berbahan bekas, cara merawat lingkungan dengan senantiasa menanam pohon serta pengenalan tentang hewan melata berupa ular.

12523091_581312222020905_351114394861486948_n

 

Siswa pun antusias menyaksikan geliat ular yang dibawa oleh para mahasiswa untuk menarik perhatian siswa/siswi MTsN Muara Fajar didalam sebuah box kaca, bahkan siswa/siswi yang berani diberi kesempatan untuk menyentuh ular yang panjangnya 1M itu.(smr)

Bahaya Sex Bebas Pada Remaja

12439533_581222505363210_3173818262254209958_n

Siswa/i memperhatikan pemaparan Ibu Suci Habibah S.Psi

Muara Fajar – Berdasarkan beberapa survey yang menyebutkan bahwa 70% pelajar di Indonesia disinyalir cendrung berperilaku buruk tidak tertutup kemungkinan diakibatkan oleh internet.

Walaupun sudah diblokir oleh Menkominfo, masih saja ada situs-situs “tidak seronok” dapat diakses bebas oleh semua kalangan. Pada dasarnya, Internet adalah gudang ilmu yang sangat bermanfaat jika kita menyikapinya dengan arif dan bijaksana.

Sadar akan hal itu, MTsN Muara Fajar dalam kegiatan rutin Rohis Jumat, 22 Januari 2013 mengangkat tema “Bahaya Sex Bebas pada Remaja” yang disampaikan oleh Ibu Suci Habibah S.Psi. Seluruh siswa dihimbau untuk lebih berhati-hati agar terhindar dari yang namanya sex bebas, karena selain merusak diri, pandangan sosial yang buruk akan tetap melekat dan sulit untuk dihilangkan.(smr)

Upaya MTsN Muara Fajar Menyikapi Kekurangan Jam Belajar

20150820_143201

Antusiasme Siswa/Siswi menerima tambahan jam belajar

Pekanbaru – Bencana nasional kabut asap yang hampir menyelimuti Pulau Sumatra khususnya Provinsi Riau beberapa bulan terakhir sangat merugikan semua pihak, terutama bagi siswa/siswi semua jenjang pendidikan. Mereka harus dirumahkan dan belajar sendiri tanpa bimbingan langsung dari guru.

Hal ini tentunya akan menimbulkan berbagai masalah dalam dunia pendidikan baik bagi guru mata pelajaran maupun siswa itu sendiri. Program pembelajaran yang akan disajikan dalam waktu yang telah ditentukan tidak dapat dicapai secara maksimal sementara waktu menjelang ujian akhir semester semakin dekat.

Untuk menyikapi masalah ini, Kepala Madrasah MTsN Muara Fajar bapak Darusman, S.Pd terhitung tanggal 12 Oktober 2015 membuat beberapa kebijakan antara lain :

  1. Melalui Wakil Kepala bidang kurikulum membuat pemetaan materi pembelajaran yang masih banyak ketinggalan
  2. Menambah jam belajar dengan mengambil jam sholat dhuha (40 menit) dan tadarus (15 menit)
  3. Menonaktifkan semua kegiatan ekstra kurikuler dengan jam belajar efektif
  4. Memberikan tugas tambahan kepada siswa baik dalam bentuk terstruktur maupun tidak terstruktur.(smr)
1 16 17 18 19 20 23