THE POWER OF KEPEPET

THE POWER OF KEPEPET

Oleh : Desy Kumala Sari, S.Pd (Guru MTsN 2 Pekanbaru)

Saya mengajar sudah sejak tahun 2002, berawal dari mulai mengajar sebagai guru privat untuk anak-anak SD dekat rumah. Waktu itu saya masih kuliah tingkat 2 FKIP UIR, setahun kemudian saya mulai mengajar di SDN 090. Disini saya mengajar selama hampir 3 tahun kemudian saya mengajar sebagai guru honor di MTs Bustanul Ulum mulai tahun 2004 sampai dengan tahun 2009. Pada tahun 2009 SK CPNS saya, alhamdulillah, keluar dan kemudian saya ditugaskan di MTsN Muarafajar Rumbai yang sekarang bernama MTsN 2 Pekanbaru.

Sudah hampir 10 tahun saya mengajar disini, sudah bermacam-macam hal saya temui, mulai dari guru- gurunya hingga murid-muridnya. Dan pada tahun ini, tahun ajaran 2017/2018 ini saya mengajar kelas IX (empat kelas) untuk mapel Bahasa Inggris dan TIK dan kelas IV (satu kelas) untuk mapel Bahasa Inggris. Total beban mengajar saya 28 jampel per minggu.

Nah, semester ini betul betul penuh perjuangan. Kenapa? Karena entah mengapa kondisi anak–anak semakin menurun semangat belajarnya. Mereka lebih senang jika saya (atau guru lainnya) hanya memberi tugas latihan atau hanya sekedar bercerita ngalor ngidul yang terkadang tidak ada hubungan nya sama sekali dengan materi pelajaran hari itu. Padahal saya (kami) sebagai guru kelas 9 harus mengejar materi ajar, yang harus di review dari kelas 7 dan 8. Dari 5 kelas yang saya disi Khusus Tidak Untuk Dijual

ajar hanya satu kelas yang dianggap bisa “bekerjasama” sedangkan yang lainnya…ya allah…rasanya cobaan tiap hari setiap bel pergantian jam itu berbunyi (emoticon mewek).

Pada pertengahan Februari, saya mempersiapkan materi ajar report text…sudah terbayang dibenak materi apa yang akan saya ajarkan, metode apa yang akan saya gunakan dan alat peraga apa yang saya gunakan. Akhirnya saya memutuskan menggunakan Power Point. Butuh waktu semalaman untuk menyiapkan segalanya, dari mulai ketik materi, soal latihannya, soal kuisnya, browsing dan unduh video yang berkaitan dengan materi saya. Materi yang akan saya ajar yaitu report text tentang Platypus. Kalau menurut saya materi ini pasti mengasikkan dikelas, pasti siswa saya akan excited (angan saya)

Pada hari berikutnya, hari selasa saya masuk di kelas 9.1, saya ada 3 jam disana…dengan PeDe nya saya masuk kelas cuma dengan modal buku absen, buku materi dan notebook lengkap dengan chargernya. Saya masuk, dengan semangat menebar senyum untuk murid- murid saya (sebelumnya sudah titip pesan ke ketua kelasnya untuk menyiapkan infocus dikelas jadi nanti saya datang langsung belajar kita). Saya absen mereka satu-satu, tanya kabar mereka dan review sedikit pelajaran dihari senin kemarin.

Pada saat itu saya baru sadar kalau infocus belum standbye dikelas, saya mulai marah nih…namun alhamdulillah emosi bisa saya tahan (ini merupakan prestasi luar biasa bagi saya…karena sejak saya mulai mengikuti Samisanov

mengajar saya sudah dikenal dengan “ke killer an “saya. Dan rupanya tidak enak jadi guru killer itu….maksud hati ingin mendisplinkan anak, namun apa daya, zaman sudah berubah. Daripada terjadi yang tidak-tidak maka resolusi tahun 2018 saya adalah mengurangi ke killer an saya. Saya ingin dikenal sebagai guru yang ramah namun murid tetap segan.) Saya tanya ke anak “ Affan…infocus nya mana nak?” “ di pake mem…saya anak KSM di ruang Labor”. Saya tanyakan ke Ibu Norma(BMN nya sekolah) apa saya pinjam infocus, beliau bilang infocus ada 2, yang satu ada di ruang UNBK yang satu lagi free boleh dipake oleh siapa saja. Saya langsung blank…gimana ini. Dan… ada satu lagi yang bikin dada saya tambah nyesek… Ibu pengawas langsung masuk ke ruangan saya… saya sudah diberitahu akan ada supervisi untuk saya namun saya ga update tanggal berapa dan jam keberapa jadwal supervisi saya…ya Allah….gelap langit rasanya.

Saya tarik napas dalam dalam….ok…the show must go on saya pikir…apapun yang terjadi terjadilah. Hanya itu yang ada dalam pikiran saya. Apalagi ibu pengawas sudah duduk di belakang kelas…akhirnya saya tampilkan senyum termanis saya…dan saya mulai menjelaskan materi saya sambil menggotong notebook itu kemana mana keliling keliling kelas ke tiap-tiap anak untuk menunjukkan video tentang platypus.

Dan alhamdulilllah mereka senang…dan diakhir pelajaran saya sajikan kuis, meraka bisa menjawabnya dengan lancar hanya dengan modal nonton video secuil cuil tadi yang saya perlihatkan. 3 jam pelajaran itupun berjalan tanpa kami sadari. 3 jam yang menyenangkan. 3

137

Edisi Khusus Tidak Untuk Dijual

jam yang penuh makna. Bermakna bagi saya bahwa mengajar itu bukan hanya sekedar datang mengabsen dan memberi soal latihan, tapi juga belajar bagaimana mencari solusi memecahkan masalah dikelas dengan mencari materi materi ajar yang menarik bagi anak dengan memanfaatkan teknologi walaupun masih sangat sederhana.

Profil Penulis Nama : Desy Kumala Sari. S.Pd

Unit Kerja : MTsN 2 Pekanbaru

Jabatan : Guru Bahasa Inggris

Alamat Rumah : Jl. Bukit barisan Perum Taman Bukit Indah Blok D/60

Kec. Tenayan Raya Pekanbaru Riau

 

 

(Eshaye)